Profil Kepegawaian Tenaga Pendidik Di SMA N 1 Wonosobo.

KEPALA SMA NEGERI 1 WONOSOBO :

SABAR RIYANTO, S.Pd., M.T.

 Nama Lengkap  : SABAR RIYANTO, S.Pd., M.T.
 Jabatan  : Kepala SMA N 1 Wonosobo
 Nama Panggilan  : Pak Sabar
 Tempat, Tgl. Lahir  : Wonosobo, 15 Juni 1971
 Agama  : Islam
 Jenis Kelamin  : Laki-Laki
 Status Pegawai  : PNS
 Mengajar  : Matematika
 Alamat  : Kertek, Wonosobo

Cerita Singkat :

Sejak tanggal 8 Mei 2015 menjadi Kepala SMA N 1 Wonosobo

Admin@sma1wonosobo.sch.id.

WAKIL KEPALA SEKOLAH URUSAN KURIKULUM :

DWI HERU SUSANTO, S.Kom.

 Nama Lengkap  : DWI HERU SUSANTO, S.Kom.
 Jabatan  : Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum SMA N 1 Wonosobo
 Nama Panggilan  : Pak Dwi Heru
 Tempat, Tgl. Lahir  : Wonosobo, 14 Januari 1978
 Agama  : Islam
 Jenis Kelamin  : Laki-Laki
 Status Pegawai  : PNS
 Mengajar  : Bimbingan dan Konseling TIK
 Mulai Mengajar  : 2005
 Alamat  : Kaliwiro, Wonosobo

WAKIL KEPALA SEKOLAH URUSAN KESISWAAN :

DANA RUFAIDA, S.Pd., M.M.Pd.

 Nama Lengkap  : DANA RUFAIDA, S.Pd., M.M.Pd.
 Jabatan  : Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan SMA N 1 Wonosobo
 Nama Panggilan  : Bu Dana
 Tempat, Tgl. Lahir  : Wonosobo, 14 September 1962
 Agama  : Islam
 Jenis Kelamin  : Perempuan
 Status Pegawai  : PNS
 Mengajar  : Matematika
 Alamat  : Jl. Dieng 21 Rowopeni RT.3 RW.6 Kalianget Wonosobo

WAKIL KEPALA SEKOLAH URUSAN SARANA DAN PRASARANA :

AHMAD AZIZ SAFARUDIN, M.S.I.

 Nama Lengkap  : AHMAD AZIZ SAFARUDIN, M.S.I.
 Jabatan  : Wakil Kepala Sekolah Urusan Sarana dan Prasarana SMA N 1 Wonosobo
 Nama Panggilan  : Pak Aziz
 Tempat, Tgl. Lahir  : Wonosobo, 15 Februari 1975
 Agama  : Islam
 Jenis Kelamin  : Laki-Laki
 Status Pegawai  : PNS
 Mengajar  : Pend. Agama Islam
 Alamat  : Perum. Argopeni Wonosobo

WAKIL KEPALA SEKOLAH URUSAN KESISWAAN :

SUGIYATMI, S.Pd., M.M.

 Nama Lengkap  : SUGIYATMI, S.Pd., M.M.
 Jabatan  : Wakil Kepala Sekolah Urusan Hubungan Masyarakat SMA N 1 Wonosobo
 Nama Panggilan  : Bu Gi'
 Tempat, Tgl. Lahir  : Wonosobo, 25 Februari 1962
 Agama  : Islam
 Jenis Kelamin  : Perempuan
 Status Pegawai  : PNS
 Mengajar  : Bimbingan dan Konseling
 Alamat  : Kauman Leksono RT.1 RW. 1 Wonosobo

PENETAPAN BEBAN BELAJAR

Beban Belajar adalah rumusan satuan waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik dalam mengikuti program pembelajaran melalui sistem tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur untuk mencapai standar kompetensi lulusan serta kemampuan lainnya dengan memperhatikan tingkat perkembangan peserta didik.

Beban belajar di SMA Negeri 1 Wonosobo dengan menggunakan Sistem Kredit Semester (SKS) dinyatakan dalam satuan kredit semester (sks). Beban belajar satu sks meliputi satu jam pembelajaran tatap muka, satu jam penugasan terstruktur, dan satu jam kegiatan mandiri.

Penetapan beban belajar sks di SMA Negeri 1 Wonosobo ditetapkan sebagai berikut:

 1  Beban belajar kegiatan tatap muka per jam pembelajaran berlangsung selama 45 menit (untuk enam semester)
 2  Beban belajar kegiatan tatap muka per jam pembelajaran berlangsung selama 40 menit (untuk lima semester)
 3  Beban belajar kegiatan tatap muka per jam pembelajaran berlangsung selama 30 menit (untuk empat semester)
 4  Waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri bagi peserta didik pada SMA maksimum 60% dari jumlah waktu kegiatan tatap muka dari mata pelajaran yang bersangkutan

 Kegiatan  Sistem Paket  Sistem SKS
 Tatap Muka  45 Menit  45 Menit
 Penugasan Terstruktur  60% x 45 Menit = 27 Menit  45 Menit
 Kegiatan Mandiri  60% x 45 Menit = 27 Menit  45 Menit
 Jumlah  72 Menit  135 Menit
1 sks = 135/72 = 1.88 jam pembelajaran

Admin@sma1wonosobo.sch.id.

PENGATURAN POLA BELAJAR

Pembelajaran merupakan suatu proses pengembangan potensi dan pembangunan karakter setiap peserta didik sebagai hasil dari sinergi antara pendidikan yang berlangsung di sekolah, keluarga dan masyarakat.

Proses tersebut memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi mereka menjadi kemampuan yang semakin lama semakin meningkat dalam sikap (spiritual dan sosial), pengetahuan, dan keterampilan yang diperlukan dirinya untuk hidup dan untuk bermasyarakat, berbangsa, serta berkontribusi pada kesejahteraan hidup umat manusia

14 Prinsip utama pembelajaran yang diterapkan :

 1  Dari siswa diberi tahu menuju siswa mencari tahu
 2  Dari guru sebagai satu-satunya sumber belajar menjadi belajar berbasis aneka sumber
 3  Dari pendekatan tekstual menuju proses sebagai penguatan penggunaan pendekatan ilmiah
 4  Dari pembelajaran berbasis konten menuju pembelajaran berbasis kompetensi
 5  Dari pembelajaran parsial menuju pembelajaran terpadu; mata pelajaran dalam pelaksanaan kurikulum 2013 menjadi komponen sistem yang terpadu
 6  Dari pembelajaran yang menekankan jawaban tunggal menuju pembelajaran dengan jawaban yang kebenarannya multi dimensi
 7  Dari pembelajaran verbalisme menuju keterampilan aplikatif
 8  Peningkatan dan keseimbangan antara keterampilan fisikal (hardskills) dan keterampilan mental (softskills)
 9  Pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan siswa sebagai pembelajar sepanjang hayat
 10  Pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan (ing ngarso sung tulodo), membangun kemauan (ing madyo mangun karso), dan mengembangkan kreativitas siswa dalam proses pembelajaran (tut wuri handayani)
 11  Pembelajaran berlangsung di rumah, di sekolah, dan di masyarakat
 12  Pembelajaran menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru, siapa saja adalah siswa, dan di mana saja adalah kelas
 13  Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (tIK) untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran
 14  Pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya siswa

Admin@sma1wonosobo.sch.id.

PENILAIAN DI SMA NEGERI 1 WONOSOBO

Berbagai metode dan instrumen baik formal maupun nonformal digunakan dalam penilaian untuk mengumpulkan informasi. Informasi yang dikumpulkan menyangkut semua perubahan yang terjadi baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Penilaian dapat dilakukan selama pembelajaran berlangsung (penilaian proses) dan setelah pembelajaran usai dilaksanakan (penilaian hasil/produk).

Penilaian informal bisa berupa komentar-komentar guru yang diberikan/diucapkan selama proses pembelajaran. Saat seorang peserta didik menjawab pertanyaan guru, saat seorang peserta didik atau beberapa peserta didik mengajukan pertanyaan kepada guru atau temannya, atau saat seorang peserta didik memberikan komentar terhadap jawaban guru atau peserta didik lain, guru telah melakukan penilaian informal terhadap performansi peserta didik tersebut.

Penilaian proses formal, sebaliknya, merupakan suatu teknik pengumpulan informasi yang dirancang untuk mengidentifikasi dan merekam pengetahuan dan keterampilan peserta didik. Berbeda dengan penilaian proses informal, penilaian proses formal merupakan kegiatan yang disusun dan dilakukan secara sistematis dengan tujuan untuk membuat suatu simpulan tentang kemajuan peserta didik.

Admin@sma1wonosobo.sch.id.