Profil Kurikulum SMA N 1 Wonosobo.

STRUKTUR KURIKULUM SMA NEGERI 1 WONOSOBO :

 Struktur Kurikulum SMA N 1 Wonosobo Peminatan MIPA Pola Kontinu 6 Semester
 
 Struktur Kurikulum SMA N 1 Wonosobo Peminatan MIPA Pola Kontinu 5 Semester
 
 Struktur Kurikulum SMA N 1 Wonosobo Peminatan MIPA Pola Kontinu 4 Semester
 
 Struktur Kurikulum SMA N 1 Wonosobo Peminatan IPS Pola Kontinu 6 Semester
 
 Struktur Kurikulum SMA N 1 Wonosobo Peminatan IPS Pola Kontinu 5 Semester
 
 Struktur Kurikulum SMA N 1 Wonosobo Peminatan IPS Pola Kontinu 4 Semester
 

MUATAN KURIKULUM SMA NEGERI 1 WONOSOBO

Pada hakikatnya, SKS merupakan perwujudan dari amanat Pasal 12 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pasal tersebut mengamanatkan bahwa “Setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak, antara lain: (b) mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya; dan (f) menyelesaikan program pendidikan sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing dan tidak menyimpang dari ketentuan batas waktu yang ditetapkan”. Penerapan SKS dalam pengelolaan pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah di Indonesia merupakan suatu upaya inovatif untuk menambah kekayaan pengelolaan pembelajaran. Selama ini sistem pengelolaan pendidikan hanya menggunakan satu cara, yaitu Sistem Paket. Melalui penerapan SKS dimungkinkan peserta didik dapat menyelesaikan program pendidikan lebih cepat sesuai dengan kemampuan, bakat, dan minatnya. Beban belajar pada SKS di SMA dinyatakan dengan jam pelajaran (JP) dengan beban keseluruhan pada tingkat SMA minimal 260 JP. Beban belajar 1 JP secara umum terdiri atas 45 menit kegiatan tatap muka dan minimal 60% (sekitar 27 menit) untuk kegiatan penguasan terstruktur dan tugas mandiri tidak terstruktur. Sistem Kredit Semester selanjutnya disebut SKS adalah bentuk penyelenggaraan pendidikan yang peserta didiknya menentukan jumlah beban belajar dan mata pelajaran yang diikuti setiap semester pada satuan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuan/kecepatan belajar. Secara khusus kegiatan satu jam pelajaran tatap muka dalam beban belajar bagi peserta didik yang memiliki kecepatan belajar diatas rata-rata, durasi satu jam pelajaran dapat dilaksanakan selama 30 menit (Permendikbud 158 tahun 2014 pasal 9).

Keunggulan penyelenggaraan SKS antara lain sebagai berikut. 1) Peserta didik dapat terlayani sesuai dengan keragaman bakat, minat, dan kemampuannya 2) Kemandirian peserta didik terkondisi dengan adanya pengisian KRS (kartu rencana studi) setiap semester pada saat memilih beban belajar dan mata pelajaran. 3) Dapat menyusun strategi lebih efektif dalam menghadapi Ujian Nasional (UN) di semester 6, yaitu dengan cara menyelesaikan semua beban belajar dan mata pelajaran di semester 5. Dengan demikian ujian sekolah (US) sudah terlaksana sampai awal semester 6. Sedangkan di semester dapat difokuskan pada kegiatan Try Out persiapan UN dan seleksi perguruan tinggi. 4) Ujian Sekolah dapat dilakukan tiap semester untuk mengurangi beban yang selama ini terpusat di semester 6. 5) Hubungan antara peserta didik dengan pembimbing akademik (PA) lebih kuat sejak awal tahun pertama sampai dengan selesai masa studinya. 6) Tidak ada kenaikan kelas. Kelulusan mata pelajaran dilakukan di akhir semester. 7) Dapat melayani peserta didik tertentu sesuai dengan kecepatan belajarnya dengan tetap memungkinkan hasil belajar tinggi meskipun masa studinya lebih lama. Keunggulan ini memungkinkan peserta didik yang selesai 8 semeter (empat tahun) tetap dapat mengikuti seleksi perguruan tinggi jalur SNMPTN (Undangan) 8) Motivasi belajar peserta didik lebih tinggi karena hak memilih beban belajar dan mata pelajaran tiap semester.

Admin@sma1wonosobo.sch.id.

PENETAPAN ROMBONGAN BELAJAR DI SMA NEGERI 1 WONOSOBO

 Beberapa langkah kegiatan penetapan rombongan belajar antara lain adalah sebagai berikut.
 1) Mengelompokan siswa dengan variasi kecepatan belajar 4 semester, 5 semester, dan 6 semester pada peminatan MIPA, dan IPS. Komposisi jumlah kelas/rombongan belajar umumnya lebih banyak pada kategori 5 semester. Sementara itu kategori 4 semester paling sedikit atau sulit diperoleh.
 2) Kriteria pengelompokan berdasarkan nilai yang diperoleh pada semester 1 dengan ketentuan sebagai berikut : • Nilai IPs > 3,50 : kategori 4 semester • Nilai IPs 3,33 s.d 3,49 : kategori 5 semester • Nilai IPs < 3,33 : kategori 6 semester
 3) Pengelompokan berdasarkan kecepatan belajar dilanjutkan pengelompokan berdasarkan pilihan roadmapp
 4) Menetapkan ruang kelas karena menggunakan sistem belajar kelas tetap

Rombel yang ada di SMA Negeri 1 Wonosobo ditetapkan sebagai berikut :

 X MIPA 1
 X MIPA 2
 X MIPA 3
 X MIPA 4
 X MIPA 5
 X MIPA 6
 X IPS 1
 X IPS 2
 X IPS 3
 XI MIPA 1
 XI MIPA 2
 XI MIPA 3
 XI MIPA 4
 XI MIPA 5
 XI MIPA 6
 XI IPS 1
 XI IPS 2
 XI IPS 3
 XII MIPA 1
 XII MIPA 2
 XII MIPA 3
 XII MIPA 4
 XII MIPA 5
 XII IPS 1
 XII IPS 2
 XII IPS 3

KRITERIA PEMINATAN DI SMA NEGERI 1 WONOSOBO

 1  Peminatan dilakukan mulai semester satu berdasarkan potensi, minat, kebutuhan, dan prestasi akademik
 2  Data potensi diperoleh melalui psikotes
 3  Data minat dan kebutuhan diperoleh melalui wawancara atau isian kuesioner
 4  Data prestasi akademik diperoleh melalui tes seleksi penerimaan peserta didik baru
 5  Sesuai dengan hasil seleksi sebagaimana dimaksud pada ayat (2), (3), dan (4), peserta didik dapat ditentukan program jurusannya
 6  Peserta didik setelah ditentukan program peminatannya sebagaimana dimaksud pada ayat (5), dapat memilih beban belajar dan mata pelajaran sesuai dengan ciri khas program peminatan (MIPA, IPS, atau BB)
 7  Peserta didik yang masuk dalam kelas khusus dengan kategori mempunyai bakat dan cerdas istimewa tetapi tidak mampu mengikuti proses pembelajaran dapat di pindah ke kelas umum setelah menyelesaikan semester yang berjalan
 8  Peserta didik yang berkeinginan untuk pindah peminatan paling lambat satu bulan pertama pada semester satu berjalan, setelah mendapat persetujuan pembimbing akademik dan konselor / BK dengan mempertimbangkan hasil seleksi sebagaimana dimaksud pada ayat (5)
 9  Persyaratan prestasi akademik untuk penjurusan ditentukan oleh sekolah melalui rapat kerja sekolah dengan mengacu pada panduan dan peraturan yang ada

Admin@sma1wonosobo.sch.id.

PENETAPAN BEBAN BELAJAR

Beban Belajar adalah rumusan satuan waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik dalam mengikuti program pembelajaran melalui sistem tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur untuk mencapai standar kompetensi lulusan serta kemampuan lainnya dengan memperhatikan tingkat perkembangan peserta didik.

Beban belajar di SMA Negeri 1 Wonosobo dengan menggunakan Sistem Kredit Semester (SKS) dinyatakan dalam satuan kredit semester (sks). Beban belajar satu sks meliputi satu jam pembelajaran tatap muka, satu jam penugasan terstruktur, dan satu jam kegiatan mandiri.

Penetapan beban belajar sks di SMA Negeri 1 Wonosobo ditetapkan sebagai berikut:

 1  Beban belajar kegiatan tatap muka per jam pembelajaran berlangsung selama 45 menit (untuk enam semester)
 2  Beban belajar kegiatan tatap muka per jam pembelajaran berlangsung selama 40 menit (untuk lima semester)
 3  Beban belajar kegiatan tatap muka per jam pembelajaran berlangsung selama 30 menit (untuk empat semester)
 4  Waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri bagi peserta didik pada SMA maksimum 60% dari jumlah waktu kegiatan tatap muka dari mata pelajaran yang bersangkutan

 Kegiatan  Sistem Paket  Sistem SKS
 Tatap Muka  45 Menit  45 Menit
 Penugasan Terstruktur  60% x 45 Menit = 27 Menit  45 Menit
 Kegiatan Mandiri  60% x 45 Menit = 27 Menit  45 Menit
 Jumlah  72 Menit  135 Menit
1 sks = 135/72 = 1.88 jam pembelajaran

Admin@sma1wonosobo.sch.id.

PENGATURAN POLA BELAJAR

Pembelajaran merupakan suatu proses pengembangan potensi dan pembangunan karakter setiap peserta didik sebagai hasil dari sinergi antara pendidikan yang berlangsung di sekolah, keluarga dan masyarakat.

Proses tersebut memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi mereka menjadi kemampuan yang semakin lama semakin meningkat dalam sikap (spiritual dan sosial), pengetahuan, dan keterampilan yang diperlukan dirinya untuk hidup dan untuk bermasyarakat, berbangsa, serta berkontribusi pada kesejahteraan hidup umat manusia

14 Prinsip utama pembelajaran yang diterapkan :

 1  Dari siswa diberi tahu menuju siswa mencari tahu
 2  Dari guru sebagai satu-satunya sumber belajar menjadi belajar berbasis aneka sumber
 3  Dari pendekatan tekstual menuju proses sebagai penguatan penggunaan pendekatan ilmiah
 4  Dari pembelajaran berbasis konten menuju pembelajaran berbasis kompetensi
 5  Dari pembelajaran parsial menuju pembelajaran terpadu; mata pelajaran dalam pelaksanaan kurikulum 2013 menjadi komponen sistem yang terpadu
 6  Dari pembelajaran yang menekankan jawaban tunggal menuju pembelajaran dengan jawaban yang kebenarannya multi dimensi
 7  Dari pembelajaran verbalisme menuju keterampilan aplikatif
 8  Peningkatan dan keseimbangan antara keterampilan fisikal (hardskills) dan keterampilan mental (softskills)
 9  Pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan siswa sebagai pembelajar sepanjang hayat
 10  Pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan (ing ngarso sung tulodo), membangun kemauan (ing madyo mangun karso), dan mengembangkan kreativitas siswa dalam proses pembelajaran (tut wuri handayani)
 11  Pembelajaran berlangsung di rumah, di sekolah, dan di masyarakat
 12  Pembelajaran menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru, siapa saja adalah siswa, dan di mana saja adalah kelas
 13  Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (tIK) untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran
 14  Pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya siswa

Admin@sma1wonosobo.sch.id.

PENILAIAN DI SMA NEGERI 1 WONOSOBO

Berbagai metode dan instrumen baik formal maupun nonformal digunakan dalam penilaian untuk mengumpulkan informasi. Informasi yang dikumpulkan menyangkut semua perubahan yang terjadi baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Penilaian dapat dilakukan selama pembelajaran berlangsung (penilaian proses) dan setelah pembelajaran usai dilaksanakan (penilaian hasil/produk).

Penilaian informal bisa berupa komentar-komentar guru yang diberikan/diucapkan selama proses pembelajaran. Saat seorang peserta didik menjawab pertanyaan guru, saat seorang peserta didik atau beberapa peserta didik mengajukan pertanyaan kepada guru atau temannya, atau saat seorang peserta didik memberikan komentar terhadap jawaban guru atau peserta didik lain, guru telah melakukan penilaian informal terhadap performansi peserta didik tersebut.

Penilaian proses formal, sebaliknya, merupakan suatu teknik pengumpulan informasi yang dirancang untuk mengidentifikasi dan merekam pengetahuan dan keterampilan peserta didik. Berbeda dengan penilaian proses informal, penilaian proses formal merupakan kegiatan yang disusun dan dilakukan secara sistematis dengan tujuan untuk membuat suatu simpulan tentang kemajuan peserta didik.

Admin@sma1wonosobo.sch.id.

KETENTUAN MUTASI

SMA Negeri 1 Wonosobo menentukan persyaratan pindah / mutasi peserta didik sesuai dengan prinsip manajemen berbasis sekolah, melalui suatu mekanisme yang obyektif dan transparan, dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

 1  Pindah atau mutasi adalah proses kepindahan peserta didik dari SMA Negeri 1 Wonosobo ke SMA lain atau sebaliknya
 2  Pindah atau mutasi peserta didik hanya dapat dilakukan ke dan dari sekolah yang menerapkan sistem paket atau sistem kredit semester dengan nilai yang sudah disesuaikan dengan sistem paket
 3  Mata pelajaran yang telah ditempuh oleh peserta didik prestasi yang diperoleh pada sekolah asal dapat diakui berdasarkan analisa wakil kurikulum
 4  Pindah atau mutasi ke SMA Negeri 1 Wonosobo dengan mengajukan surat permohonan kepada Kepala SMA Negeri 1 Wonosobo dan melampirkan surat pindah serta laporan hasil belajar yang dikeluarkan oleh sekolah asal
 5  Peserta didik minimal telah mengikuti proses pembelajaran selama satu semester
 6  Pindah atau mutasi hanya dapat dilakukan pada tiap awal semester
 7  Berkas-berkas yang dipersyaratkan dalam proses pindah atau mutasi berdasarkan ketentuan yang ditetapkan oleh SMA Negeri 1 Wonosobo
 8  Memenuhi persyaratan administrasi lainnya yang ditetapkan SMA Negeri 1 Wonosobo

Admin@sma1wonosobo.sch.id.